Revitalization of the Wolio Language as a Pilot Area for Wolio Language Maintenance in Baubau City

Revitalisasi Bahasa Wolio sebagai Rintisan Wilayah Percontohan Pemertahanan Bahasa Wolio di Kota Baubau

https://doi.org/10.59110/rcsd.900

Authors

  • Nurhayati Universitas Muslim Buton, Baubau, Indonesia
  • Hartinawanti Universitas Muslim Buton, Baubau, Indonesia
  • Haswan Universitas Muslim Buton, Baubau, Indonesia

Keywords:

Cultural Identity, Language Literacy, Language Preservation, Revitalization, Wolio Language

Abstract

Banyak bahasa daerah di Indonesia kini menghadapi ancaman kepunahan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pelestarian yang dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa-bahasa lokal tetap digunakan dan diwariskan. Bahasa Wolio, sebagai salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk dalam kategori stabil tetapi terancam punah, sehingga memerlukan langkah pelestarian yang nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penutur Bahasa Wolio tentang pentingnya menjaga bahasa daerah, menumbuhkan minat generasi muda untuk memahami dan menggunakan Bahasa Wolio dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan literasi Bahasa Wolio pada masyarakat RT.01/RW.004 Kelurahan Wangkanapi, serta mendorong wilayah tersebut menjadi rintisan kawasan percontohan pelestarian Bahasa Wolio di Kota Baubau. Metode yang digunakan meliputi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan implementasi produk pembelajaran kepada peserta usia sekolah. Produk yang digunakan dalam kegiatan ini berupa kamus bergambar tiga bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia) dan flashcard kosakata empat bahasa (Wolio–Inggris–Indonesia–Latin). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menyadari semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Wolio di lingkungan mereka, sementara produk pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendukung pengenalan Bahasa Wolio kepada generasi usia sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis literasi dan media pembelajaran dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian Bahasa Wolio sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di Kota Baubau.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anindyatri, A. O., & Mufodah, I. (2020). Gambaran kondisi vitalitas bahasa daerah di Indonesia: Berdasarkan data tahun 2018–2019. Pusat Data Informasi dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Austin, P. K., & Sallabank, J. (2018). Endangered languages: Beliefs and ideologies in language documentation. Oxford University Press.

Budiono, S., Yanita, S. R., & Syarfina, T. (2024). Paradigm shift of language revitalization in Indonesia. Jurnal Arbitrer, 10(4), 338–347. https://doi.org/10.25077/ar.10.4.338-347.2023

Choo, L. B., Pandian, A., & Rethinasamy, S. (2019). Pictures revisited: A traditional vehicle in enhancing young learners’ vocabulary. International Journal of Language, Literacy and Translation, 2(2). https://doi.org/10.36777/

Collins, J. T. (2022). Language death in Indonesia: A sociocultural pandemic. Linguistik Indonesia, 40(2), 141–164. https://doi.org/10.26499/li.v40i2.347

Hartinawanti, Nurhayati, & Imbo, A. (2024). Pengayaan bahasa Wolio dengan metode role play di kalangan usia sekolah dasar dalam lingkungan Benteng Keraton Buton. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 5(2), 270–275. https://e-journal.unmuhkupang.ac.id/index.php/jpdf/article/view/1302

Jaizul, A., & Lestari, M. (2025). Representation gaps in digital humanities: A case study of marginalized languages and cultures in Indonesia. International Journal of Humanities, Law, and Politics, 3(2), 52–56. https://doi.org/10.46336/ijhlp.v3i2.219

Kemdikbud. (2020). Atlas bahasa daerah terancam punah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kemdikbud. (2022). Pelestarian bahasa daerah menjaga warisan bangsa. Kemdikbud. https://www.kemdikbud.go.id/

Niampe, L. (2011). Bahasa Wolio di Kerajaan Buton. Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana, 18.

Nurhayati, & Ardin, H. (2023). Eksistensi bahasa Wolio di kalangan penutur millennial di Kota Baubau. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 9(2), 477–491. https://doi.org/10.35326/pencerah.v9i2.2753

Ogunyale, W. J., & Ekpo, G. R. (2024). Creating talking and illustrated dictionaries: An example of Ọrọ. Journal of the Nigerian Languages Project, 6(1), 90–124. https://doi.org/10.60787/jnlp.v6i1.63

Simons, G. F., & Fennig, C. D. (2023). Ethnologue: Languages of the world (26th ed.). SIL International.

Sugianto, D. M. I. (2024). Statistik kebahasaan dan kesastraan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Yuwana, R. Y., & Pertiwi, S. A. (2024). Endangered local languages: Examining the scarcity of indigenous language literacy in Merauke. Acceleration: Multidisciplinary Research Journal, 2(3), 163–175. https://doi.org/10.70210/amrj.v2i03.95

Downloads

Published

2026-04-13

How to Cite

Nurhayati, N., Hartinawanti, & Haswan. (2026). Revitalization of the Wolio Language as a Pilot Area for Wolio Language Maintenance in Baubau City: Revitalisasi Bahasa Wolio sebagai Rintisan Wilayah Percontohan Pemertahanan Bahasa Wolio di Kota Baubau. Room of Civil Society Development, 5(2). https://doi.org/10.59110/rcsd.900

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.